Archive for May, 2007

At U’r Side

Monday, May 28th, 2007

When the daylight’s gone and you’re on your own
And you need a friend just to be around
I will comfort you, I will take your hand
And I’ll pull you through, I will understand

And you know that

I’ll be at your side, there’s no need to worry
Together we’ll survive through the haste and hurry
I’ll be at your side
If you feel like you’re alone, and you’ve nowhere to turn
I’ll be at your side

If life’s standing still and your soul’s confused
And you cannot find what road to choose
If you make mistakes (make mistakes)
You can’t let me down (let me down)
I will still believe (still believe)
I will turn around

And you know that

I’ll be at your side, there’s no need to worry
Together we’ll survive through the haste and hurry
I’ll be at your side
If you feel like you’re alone, and you’ve nowhere to turn
I’ll be at your side

I’ll be at your side
I’ll be at your side
You know that

I’ll be at your side, there’s no need to worry
Together we’ll survive through the haste and hurry
I’ll be at your side
If you feel like you’re alone, you’ve got somewhere to go,
‘Cos I’m right there
I’ll be at your side, I’ll be right there for you
(Together we’ll survive) through the haste and hurry
I’ll be at your side
If you feel like you’re alone, you’ve got somewhere to go,
‘Cos I’m at your side

I’ll be right there for you
I’ll be right there for you, yeah
I’m right at your side
                                                                    ( a song by the corrs)

Kisah Alergi Hidup

Monday, May 28th, 2007

Seorang pria
mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan
hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.
Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".

Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit".

"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin mati".

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu
sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". Ya, kamu alergi
terhadap
kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan
norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir
terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di
tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita
mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan
membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga,
pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu
langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat
kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal,
kecewa dan menderita".

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin
sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin
hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya
Guru.

"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.

"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat
ini… Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh
sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau
akan mati dengan tenang".

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia
datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang
satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun.
Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan
senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang
disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan
yang
tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal
satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala
macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran
Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun
terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan
manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum
tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu".
Sekali
lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke
luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk
melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia
menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur
dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk
istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang,
apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku
sayang".

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap
mereka
pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah
siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala
sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan
menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup
menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di
beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya
sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku
selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan :
"Ayah,
maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku
kami".

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi
sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana
dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru
langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja botol
itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian,
apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan
saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu,
keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah
bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan
merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah
jalan menuju ketenangan".

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke
rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih
mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah
sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !

 

Selamat
berkarya …

Have
a nice day …

www.pasuruan.biz (Meet Our Little Fingers and Our Big Dreams)

Friday, May 25th, 2007
Masyarakat Bangkit Indonesia Sejahtera.

Saat Pemerintah masih
‘repot’ dan banyak ‘urusan’. Siapa bilang kita warga Pasuruan tidak bisa BANGKIT
secara mandiri dan BERDJOEANG bersama meningkatkan kesejahteraan lewat Internet?

Lupakan perbedaan. Lupakan golongan. Lupakan siapapun yang hanya beri
janji. Mari kembali bersatu-padu. Karena di depan kita terbentang pasar luas
yang belum tahu dan mendengar potensi kita.

Kami punya teknologi dan
situs portal. Manfaatkanlah situs yang kami biayai secara pribadi ini untuk
mengiklankan produk, jasa, yang kita punya, atau yang dimiliki saudara kita,
tetangga kita.

Kami tidak mengenakan biaya pemuatan. Demi kebangkitan
kesejahteraan kita semua, mengapa kami harus mengenakan biaya? Jika Anda
mendapat tambahan rejeki berkat situs ini, kami sudah sangat berbahagia.

Mari kita susun Portal Bisnis Pasuruan ini dengan selengkap-lengkapnya.

Siapa bilang situs ini hanya memuat Produk dan Jasa saja? Jika kalian
punya grup Band dan ingin dimuat di Situs ini, kami akan tampilkan sehingga grup
Band kalian bisa diakses siapapun yang OnLine di dunia maya!

Ayo
Bangkit!

Terima kasih pada Pak Nurcholis atas script merdeka eNdonesia
8.4
, yang memungkinkan PASURUAN.BIZ ini memberikan layanan pada masyarakat
luas.

MABISSE - Masyarakat Bangkit Indonesia Sejahtera

God Never Sleep

Friday, May 25th, 2007

Tuhan Tidak
Pernah Tidur

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat
pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.

Ah, hari yang
menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit
tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah,

badan yang
lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan,
mempunyai tenda sederhana.

Lumayan,
pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian,
ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan
saya duduk.

"Disini
saja dik, daripada kehujanan…," begitu katanya saat saya meminta ijin
berteduh.

Benar saja,
hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat.

Karena merasa
tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "Tolong
bikin mie goreng pak, di makan disini saja."

Sang Bapak
tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan
penggorengan pun telah siap untuk di racik.

Tampaklah
pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.
Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu.

Segera saja,
mie goreng yang mengepul telah terhidang.

Keadaan yang
semula canggung mulai hilang.

Basa-basi
saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang
yang keluar ya Pak?"

Bapak itu
menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.."
katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.

"Kalau
hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya. "Wah,
rezekinya jadi berkurang dong ya?"

Duh.
Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini.
Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih.

Namun,
agaknya saya keliru…

"Gusti
Tuhan, ora sare dik, (Tuhan itu tidak pernah istirahat)", begitu katanya.
"Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini.

Istri sama
anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar,
tapi lumayan lah tanahnya."

Bapak itu
melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok
masih hujan…"

Degh. Duh,
hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Tuhan ora sare".

Tuhan Memang
Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah
keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya,

tampak tak
ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam, membuat
saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu
berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya
selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi,

dan hal nyata
yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada
ujian yang menimpa, maka artinya saya cuma harus bersabar.

Namun saya
keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi
anugerah bagi setiap petani.

Derasnya juga
adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa
menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi

sebagian
orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm.. saya
makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak
seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya.

"Ya
Tuhan, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat"

Untunglah,
hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang,
hanya kata itu yang teringat, Gusti Tuhan Ora Sare.. Gusti Tuhan Ora Sare…

Begitulah,
saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Tuhan memang
selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang

tak terduga.
Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan
hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Dulu, saya
berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang
istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada

hal besar
yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang
menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Tuhan punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat
belajar dan memaknai hikmah

kehidupan.
Dan kali ini Tuhan pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar,
dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar n istimewa.

Aku berdoa
agar diberikan kekuatan…
Namun,Tuhan
memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…
Namun,
Tuhan memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…
Namun,
Tuhan memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.

Aku berdoa
agar diberikan keberanian…
Namun,
Tuhan memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…
Namun,
Tuhan memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi
dengannya.

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…
Namun,Tuhan
memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya

Selamat berkarya ….

Have a nice day …..

Bocoran untuk para wanita…..

Tuesday, May 8th, 2007

For Men…keep up the brotherhood…….

 

Terdapat artikel di salah satu

surat

kabar atau majalah, terasa lucu dan
menarik artikel ini. Isinya sebagai berikut :

 Suatu
malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya. Keesokan harinya, dia
memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman wanitanya. Suaminya
menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan hasilnya tidak ada
seorangpun yang mengetahui akan hal ini. Sebaliknya, suatu malam seorang pria
tidak pulang ke rumahnya. Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia
menginap di rumah teman prianya. Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya
yang paling akrab, dan hasilnya : 8 orang diantaranya memastikan kalau suaminya
menginap di rumah mereka, dan……… ……… 2 orang lainnya bahkan
mengatakan bahwa suaminya MASIH berada di rumah mereka!

 Terasa menarik, seorang suami yang membaca
artikel ini segera memanggil istrinya untuk membaca artikel ini, tidak disangka
istrinya malah ingin mencoba apakah memang benar seperti yang ditulis di
artikel ini. Suaminya menasehatinya supaya JANGAN MENCOBA, tapi tidak berguna. Istrinya
mengangkat telepon dan menghubungi satu persatu teman akrab suaminya,
menanyakan apakah suaminya bersama mereka. Dan hasilnya tentu saja….. Apa yang ditulis dalam artikel ternyata
berlaku di seluruh pelosok dunia!

 Yang parahnya, ada salah satu teman
suaminya malah mengatakan suaminya mabuk dan sampai sekarang masih tidur di
dalam rumahnya. Dan malah bertanya kepada istrinya apakah perlu membangunkan
suaminya untuk menerima telepon? Istrinya kaget dan tidak mau membuat malu
teman suaminya dan berkata sudahlah gak apa apa. Begitu istrinya menutup
telepon, handphone suaminya langsung berdering. Begitu suaminya menjawab
telepon, teman suaminya berkata : Dimana kamu? Cepat pulang ke rumah! Istrimu
mencari cari kamu dari tadi, saya bilang kamu mabuk di rumah saya. Oh ya!
jangan lupa minum sedikit bir sebelum pulang!

 a.  10 out of 10 laki-laki
mempunyai Instink dan Persaudaraan (brotherhood) yang lebih Tajam dan Kuat
dibandingkan dgn wanita karena mereka langsung menjawab dgn memberikan Alibi
untuk mendukung temannya dari kemungkinan- kemungkinan yang tidak mengenakkan

b.     1 out of 10 Laki-laki
dengan berani dan spontan "Pasang Badan"
 beyond "Call of Duty" dgn
menjawab sedang tidur di rumahnya ,              dan  langsung mengabari temannya per Telp.

Burung Bersayap Sebelah….

Tuesday, May 8th, 2007

Seorang SAHABAT dengan potensi
tinggi, mengeluh berat setelah pindah-pindah kerja di lebih dari
lima tempat. Tadinya, saya fikir ia mencari penghasilan yang lebih tinggi.

Setelah mendengarkan dengan
penuh empati, SAHABAT ini rupanya mengalami kesulitan dengan lingkungan kerja. Di
semua tempat kerja sebelumnya, dia selalu bertemu dengan orang yang tidak
cocok. Di sini tidak cocok dengan atasan, di situ bentrok dengan rekan sejawat,
di tempat lain malah diprotes bawahan

Kalau SAHABAT di atas berhobi
pindah-pindah kerja, seorang SAHABAT saya yang lain punya pengalaman yang lain
lagi. Setelah berganti istri sejumlah tiga  kali, dengan berbagai alasan
yang berbau tidak cocok, ia kemudian merasa capek dengan kegiatan
berganti-ganti pasangan ini.

Seorang pengusaha berhasil
punya pengalaman lain lagi. Setiap kali menerima orang baru sebagai pimpinan
puncak, ia senantiasa semangat dan penuh
optimis. Seolah-olah orang baru yang datang pasti bisa menyelesaikan semua
masalah. Akan tetapi, begitu orang baru ini berumur kerja lebih dari satu
tahun, maka mulailah kelihatan busuk-busuknya. Dan ia pun mulai capek dengan
kegiatan berganti-ganti pimpinan puncak ini

Digabung menjadi satu,

seluruh cerita ini menunjukkan
bahwa kalau motif kita mencari pasangan
- entah pasangan hidup maupun pasangan kerja
adalah mencari orang yang
cocok di semua bidang,

sebaiknya dilupakan saja….

Bercermin dari semua inilah, maka sering kali saya ungkapkan di
depan lebih dari ratusan forum,

bahwa fundamen paling dasar
dari manajemen sumber daya manusia adalah :
manajemen perbedaan

Yang mencakup dua hal
mendasar : menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan sebagai
kekayaan.

Sayangnya,

kendati idenya sederhana,
namun implementasinya memerlukan  upaya yang tidak kecil. Ini bisa terjadi,
karena tidak sedikit dari kita yang menganggap diri seperti burung yang
bersayap lengkap
. Bisa terbang (baca : hidup dan bekerja ) sendiri tanpa
ketergantungan pada orang lain.

Padahal….

meminjam apa yang pernah
ditulis Luciano de Crescendo, kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung
yang bersayap sebelah.
Dan
hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat bersama orang lain.

Anda boleh berpendapat lain,
namun pengalaman, pergaulan
dan bacaan saya menunjukkan dukungan
yang amat kuat terhadap pengandaian burung bersayap sebelah. 

Di perusahaan, hampir tidak
pernah saya bertemu pemimpin berhasil
tanpa kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Di keluarga… tidak
pernah saya temukan keluarga bahagia tanpa kesediaan sengaja untuk ‘berpelukan’ dengan anggota keluarga
yang lain.
Di tingkat pemimpin negara, orang sehebat Nelson Mandela
dan Kim Dae Jung bahkan mau ……… berpelukan
bersama orang yang dulu pernah menyiksanya 

Lebih-lebih kalau kegiatan
berpelukan ini dilakukan dengan penuh cinta.
Ia tidak saja merubah
sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, mentransformasikan kegagalan
menjadi keberhasilan, namun juga membuat semuanya  tampak indah dan
menyenangkan

Makanya, penulis buku Chicken
Soup For The Couple Soul mengemukakan, cinta adalah rahmat Tuhan yang terbesar.
Demikian besarnya  makna dan dampak cinta, sampai-sampai ia tidak bisa
dibandingkan dengan apapun. Rugi besarlah manusia yang selama hidupnya tidak
pernah mengenal cinta. Ia seperti pendaki gunung yang tidak pernah sampai di
puncak gunung. Capek, lelah, penuh perjuangan namun sia-sia…
 

Ini semua, mendidik saya untuk
hidup dengan pelukan cinta. Di pagi hari ketika baru bangun dan membuka
jendela, saya senantiasa berterimakasih akan  pagi yang indah. Dan
mencari-cari lambang cinta yang bisa saya peluk. Entah itu pohon bonsai di
halaman rumah, ikan koi di kolam, atau suara anak yang rajin menonton film
kartun. Begitu keluar dari kamar tidur, akan indah sekali hidup ini rasanya
kalau saya mencium anak, atau istri.


Melihat burung gereja yang memakan nasi yang sengaja diletakkam di pinggir kali,
juga menghasilkan pelukan cinta tersendiri. Demikian juga dengan di kantor,
godaan memang ada banyak sekali.
Dari marah, stres, frustrasi, egois sampai dengan nafsu untuk memecat
orang.
Namun, begitu
saya ingat karyawan dan karyawati bawah yang bekerja penuh ketulusan, dan
menghitung jumlah perut yang tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan,
energi pelukan cinta entah datang dari mana.

Kembali ke pengandaian awal
tentang burung dengan sebelah sayap. Tuhan memang tidak pernah melahirkan
manusia yang sempurna. Kita selalu lebih
di sini dan  kurang di situ.
Atau sebaliknya. Kesombongan atau
keyakinan berlebihan yang menganggap
kita bisa sukses sendiri tanpa bantuan orang lain, hanya akan membuat kita
bernasib sama dengan burung yang
bersayap sebelah, namun memaksa diri untuk terbang.

Sepintar dan sehebat apapun
kita, tetap kita hanya akan memiliki sebelah sayap

Mau belajar, berjuang, berdoa,
bermeditasi atau sebesar dan sehebat apapun usaha kita, semuanya akan diakhiri
dengan jumlah sayap yang hanya sebelah

Oleh karena alasan inilah,
saya selalu ingat pesan seorang SAHABAT untuk memulai kehidupan setiap hari
dengan pelukan…

Entah itu memeluk anak,
memeluk istri, memeluk kehidupan, memeluk alam semesta, memeluk Tuhan atau di
kantor memulai kerja dengan ‘memeluk’ orang lain.

 

Have a day full of
SMILE, GOOD WORK, SUCCESS & LOVE

The Begining

Saturday, May 5th, 2007

Menulis tidaklah mudah, terutama buat bayu. That’s why i’m here…
Bayu hanya ingin membagikan apa yang bayu pelajari dalam hidup ini, apa yang orang lain ajarkan pada bayu. Sebagian besar isinya mungkin hanyalah kutipan dari berbagai sumber. Semoga bisa membantu, sebagaimana hal tersebut telah membantu bayu…