Archive for June, 2007

sahabat sejati

Thursday, June 28th, 2007

Mempunyai satu
sahabat sejati lebih berharga

dari seribu teman yg mementingkan diri
sendiri
 

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan
menjengkelkan,

tetapi itulah yang
membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering
menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati

bisa mengatasi cobaan
itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara
otomatis tetapi membutuhkan proses yang

panjang seperti besi
menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..
Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur -
disakiti,

diperhatikan -
dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua
ini

tidak pernah sengaja
dilakukan dengan tujuan kebencian..
Seorang sahabat tidak akan
menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan,

justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus
pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang

amat menyakitkan dengan
tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan
usaha pemeliharaan dari kesetiaan,

tetapi bukan pada saat
kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari
perhatian,

pertolongan dan
pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan
dan

mewujudkan apa yang
dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari

kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua
orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil
mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya
persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur

karena dikhianati
sahabatnya. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam
kesulitan.

Siapa yang berada di
samping anda ??? Siapa yang mengasihi
anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat
anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA 
Hargai
dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

**
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita.

Dalam
kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita
**

Kalajengking

Tuesday, June 26th, 2007

Suatu hari seekor kalajengking mondar-mandir di tepian sebuah sungai dan bermaksud menuju seberang sungai.  Ditengah kebingungannya itu kalajengking melihat seekor katak yang sedang berenang-renang dipinggir sungai itu.  Kalajengking berteriak memanggil si katak dan memintanya untuk mengantar ke seberang sungai.  Tapi dengan tegas si katak menolak permintaan kalajengking, katanya “Aku tak mau mati konyol dengan membawamu menyeberangi sungai ini, karena aku tau kamu beracun dan kamu pasti akan menyengatku selagi ada kesempatan.” 

Kalajengking tak menyerah begitu saja, dia terus merayu si katak dan berkata dengan meyakinkan:”Tentu saja aku tidak setolol itu kawan, bukankah kita berdua akan mati tenggelam kalau aku menyengatmu ditengah jalan?” Sang katak pun akhirnya percaya dengan rayuan si kalajengking dan setuju membantunya dengan cara menggendong kalajengking dipunggungnya berenang menyeberangi sungai itu. 

Perjalanan pun dimulai dan ketika mereka berdua berada ditengah-tengah sungai, tiba-tiba kalajengking menyengat si katak dengan sangat kuat.  Dengan nafas tersengal-sengal diujung kematiannya, dengan lirih si katak masih sempat berkata “Mengapa kamu mengingkari janjimu?, sekarang kita berdua akan mati.”  Kalajengking menjawab “Aku sungguh tidak tahan untuk tidak menyengatmu, itu sudah kebiasaanku.”

***Sangat sulit untuk mengubah kebiasaan yang tidak baik, apabila tidak diiringi kesungguhan dan ketulusan…****

Permata Khatulistiwa, Kilau Cemerlang Prestasi Anak Bangsa

Wednesday, June 13th, 2007

Permata Khatulistiwa, Kilau Cemerlang Prestasi Anak Bangsa

Posted in Shout at 6:30 am by agung

..setapak langkah
kan tertatah
pada sejarah
lebih berarti
dari saketi mimpi..

                   - anakgunung, djokja, 1989.

Segenap gegap gempita berita koran yang
berdesakan menarik perhatian pembaca mungkin hanya menyisakan sedikit
porsi untuk mengulas kinerja cemerlang anak-anak bangsa yang
struggle silently, rame ing gawe sepi ing pamrih, bekerja tanpa banyak bicara. Sudah selayaknya saya memberikan ruang utama mengulas mereka.

Kisanak,

Mungkin karena masa kecil yang selalu
kebetulan dapat tontonan, bacaan dan sajian heroik dimana tokohnya
selalu menolong tanpa pamrih dan seringkali menghindar saat puja –
puji membanjir (dari Sunan Kalijaga hingga ke Lucky Luke, dari Rin Tin
Tin, Zorro hingga Die Hard) maka boleh dong saya mengagumi Om
Onno W Purbo dan Dik Romi Satrio Wahono.. (klik rangkaian kata bergaris bawah)

Buah karya keduanya sangat mencengangkan dan menggebrak dunia IT
Indonesia yang tadinya serba eksklusif. Keduanya membeberkan ilmu-ilmu
komputer secara gratis, free of charge, ra mbayar sing penting niat sinau..

foto Om Onno W PurboOm Onno begitu gigihnya menebar konsep dan peluang memudahkan akses internet, bagaimana caranya dapat koneksi murah (kalo ada kata yang tercetak warna biru bergaris bawah, coba klik langsung), telpon gratis (VOIP Rakyat),
hingga sempat diawasi karena dianggap melanggar Monopoli Telkom. Saking
bersemangatnya dan saking tingginya integritas, beliau pensiun dari PNS
sebagai Dosen ITB jurusan teknik elektro dan terjun langsung berjuang
sendiri. (Cukup kontras jika kita bandingkan dengan Dosen yang
sekalipun status aktif namun jauh lebih aktif mengerjakan proyek
dibandingkan mengerjakan kewajiban mengajar).

foto romi saat iniSebangun
dengan Om Onno, Dik Romi (maaf lha memang masih muda je..) dalam
periode masih menempuh beasiswa S3 di Jepang, mendirikan situs
e-Learning jarak jauh
yang sangat bermanfaat dengan menampilkan materi-materi ilmu komputer
secara gratis dan bebas untuk disebarluaskan dalam Bahasa Indonesia.

Saking
banyaknya hit pengunjung situs hingga ribuan kali, server
ilmukomputer.com sempat down dan secara darurat dipindah. Hehehe coba
bayangkan, situs yang dimodali dari uang besiswa harus sewa server
sedemikian mahal.. Akhirnya muncul ide saweran para distronya (sekitar
tahun 2003 kalo tidak salah). Sempat gemes juga sama yang mulia
Pemerintah Indonesia, yang tidak ada perhatian.

Monggo dipikir dengan jernih, dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, para Founding Fathers  menempatkan alinea …Kemudian
dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…
”

Apa tidak
boleh gemes? Ilmukomputer.Com didirikan untuk mencerdaskan anak bangsa,
tanpa pamrih. Kalopun yang berhubungan dengan duit, paling distributor
CD Gratisnya. Itupun sampai ada peringatan “DILARANG MENJUAL LEBIH DARI Rp. 5000 RUPIAH” bagi pada distributor. Lho kok dibiarkan tersengal-sengal sendirian tanpa ada dukungan sedikitpun?

Padahal dulu, jaman windows masih bayi, saat masih versi 3.1, sekitar tahun 1992, untuk belajar komputer, mesti mbayar mahal, mesti beli buku yang tebal-tebal…

Dulu di
LPKIA Djokja saat Yusuf Randy masih di Indonesia, biaya kursus
programmer COBOL-FORTRAN-PASCAL untuk 3 bulan sekitar Rp. 1,2 juta dg
kurs dollar saat itu Rp. 1.800,00/USD. Malah kalo pas minta diajari
teman , ada kalimat
ngece’ , meledek seperti ini: Ilmune mbayare larang je.. kok dijaluki.. ayo traktir indomi!..

Oleh sebab
itu, anakgunung masukkan Kedua Penggila IT tersebut sebagai anak bangsa
cemerlang karena niat luhurnya dibalut dengan integritas tinggi. Dan
selain mereka, masih banyak lagi yang berkilau-kilau. Seperti Mas
Luri Darmawan, Mas Didats, Mas Isnaini, Abe Poetra yang lagi di Acheh, Oggix yang lulus CUM LAUDE, Akhdian yang getol bagi-bagi PC MAV,  Adi Setiawan sang Dewa Mamboo dan seterusnya.

Permata Khatulistiwa, hanya bisa ada jika terangkai dari semakin banyaknya kilau cemerlang anak bangsa..

Mereka tidak ingin dikagumi,
yang mereka inginkan
manfaatkanlah kami
bersama bangun negeri
agar negeri bestari
bukan lagi
mimpi

Koin Penyok…

Tuesday, June 12th, 2007

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.

     Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang  mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan  mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

"Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata  mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples.

Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.

Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu
meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,  mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya  seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh orang tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan.

Fake Orgasm White Lies or …

Tuesday, June 12th, 2007

Siapa bilang masalah dalam berhubungan seks hanya dialami kaum pria? Buktinya, semakin banyak kaum wanita yang melakukan orgasme palsu dengan alasan demi memuaskan pasangannya. Benarkah?

            Vivi (29) baru saja ‘perang dingin’ dengan suaminya, Ardi (33). Pasalnya, Ardi merasa tersinggung ketika mendengar pengakuan Vivi, yang terlontar dalam candaan dan obrolan santai menjelang tidur. Ternyata istri yang telah dinikahinya selama lima tahun itu mengaku sering pura-pura orgasme atau fake orgasm dalam berhubungan seks dengannya. Entah mengapa, Ardi merasa seperti dipermalukan dan direndahkan dengan pengakuan itu. Pengakuan Vivi tepatnya lebih menyinggung ego dan rasa kelaki-lakiannya. Meskipun Vivi berusaha memberikan penjelasan logis mengenai perbuatannya itu, sekaligus minta maaf karena menyinggung perasaan suaminya itu, tetap saja Ardi merasa ‘tertampar’ harga dirinya. Untuk apa Vivi melakukan itu? Apakah sebagai suami ia tidak bisa memberikan kepuasan seks pada istrinya? Dan berpuluh pertanyaan lainnya berputar di kepala Ardi sampai berhari-hari kemudian. Ingin bertanya langsung pada istrinya ia malu. Sedangkan untuk berkonsultasi pada dokter ia lebih gengsi. Akhirnya, Ardi berusaha menemukan jawabannya lewat informasi di internet. Tetap saja, ia merasa ada yang kurang dan terasa hambar dalam berhubungan dengan istrinya, meskipun ‘perang dingin’ itu telah selesai. Karena ia tidak pernah bisa tahu apa yang menjadi masalah dalam pertikaian kecilnya bersama istrinya.

            Apa yang terjadi pada pasangan Vivi dan Ardi, bukannya tidak mungkin juga pernah dialami oleh jutaan pasangan suami istri lainnya. Ketika kepura-puraan telah masuk dalam wilayah hubungan emosional sepasang suami istri, maka ego dan harga diri yang akan terluka. Bukannya tidak mungkin, hal ini malah akan memberikan dampak psikologis jangka panjang hingga mengakibatkan kerusakan besar dalam rumah tangga.

            Hubungan seksual semestinya dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan kedua pihak suami dan istri, sekaligus bentuk pelepasan rasa cinta. Artinya, hubungan seks yang didasari oleh rasa saling cinta akan lebih menyenangkan, di mana masing-masing berusaha memuaskan pasangannya. Namun, pada kenyataannya banyak pasangan mengalami gangguan atau hambatan dalam berhubungan seksual. Tidak percaya? Coba saja amati beberapa rubrik tanya jawab seputar suami-istri di berbagai media, atau tanyakan pada para pakar seks seputar pengalaman di klinik mereka. Dari sebuah survey di Amerika yang dilakukan kepada 15 ribu orang pria dan wanita, sebanyak 75% wanita menyatakan kalau mereka sering pura-pura orgasme ketika berhubungan seks dengan pasangannya. Wow…!!

Hak orgasme

Mungkin Anda menganggap biasa jika yang memiliki masalah gangguan seksual adalah kaum pria, apalagi masalahnya selain soal disfungsi ereksi, ejakulasi dini, atau sperma yang terlalu encer. Tapi, jangan lupa kalau hubungan seks menyangkut dua insan-pria dan wanita, yang keduanya berhak memperoleh kepuasan yang sama. Jadi, masalah gangguan seksual pun dialami kaum wanita. Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd menyebutnya sebagai disfungsi seksual.

Menurut Wimpie, dari sekian banyak masalah disfungsi seksual (DS) pada wanita, salah satunya adalah hambatan orgasme. "Dorongan dan fungsi seksual normal, namun sulit mencapai orgasme," kata Wimpie. Bahkan ada wanita yang baru mengetahui adanya istilah orgasme dari bacaan, dan ia baru mengetahui bahwa seorang wanita pun bisa mencapai klimaks saat berhubungan intim. Mungkin aneh kedengarannya, apalagi wanita itu sudah punya dua anak. Tapi ada juga seorang wanita baru mengetahui tentang orgasme lewat obrolan bersama rekan kerja wanitanya yang mengaku selalu terpuaskan setiap berhubungan intim dengan suaminya.

Mengingat terkaitnya peran pria dalam hubungan ini, tak jarang pria pun merasa ‘terusik’ apabila tak berhasil memuaskan pasangannya. Yang sangat mengherankan, namun terjadi, terkadang pria juga tidak mengetahui bahwa pasangannya tidak mencapai titik orgasme. Tapi juga bukan rahasia jika pada tipe pria tertentu yang bersikap ‘masa bodoh’ tentang kepuasan pasangannya, yang penting dirinya terpuaskan. "Kepuasan seksual timbul setelah seseorang mencapai orgasme, yakni puncak reaksi seksual. Dan puncak ini tercapai apabila seseorang menerima rangsangan seksual yang efektif-baik melalui hubungan seksual maupun cara lain," papar Wimpie.

Mengapa orgasme begitu diinginkan? Karena orgasme merupakan suatu kondisi di mana seseorang merasakan suatu sensasi erotik yang menyenangkan. "Sensasi erotik yang tercapai ketika orgasme, ditambah lagi dengan kesenangan secara psikis. Inilah yang dinamakan kepuasan seksual yang sesungguhnya," tegas Guru Besar Universitas Udayana Bali, ini. Banyak hal bisa terjadi saat hubungan seksual. Adakalanya seseorang dapat mencapai orgasme – merasakan sensasi erotik yang menyenangkan – namun secara psikis tidak merasa senang. Kondisi ini menyebabkan tidak tercapainya kepuasan seksual, di mana seseorang melakukan hubungan seks hanya karena dorongan seksual tanpa disertai keterlibatan emosi. Menurut Wimpie keterlibatan faktor emosi sangat mempengaruhi kualitas hubungan seksual.

Awas orgasme palsu!

Berbeda dengan pria yang umumnya mencapai puncak seksual dengan ditandai dengan ejakulasi, wanita tidak memiliki tanda/ciri yang nyata saat mencapai klimaks. "Organ genital pria atau daerah peka rangsang pada pria jauh lebih luas dibandingkan wanita, sementara wanita memiliki struktur organ genital yang lebih sempit daerah peka rangsangnya, dalam hal ini klitoris," jelas Wimpie.

Pada umumnya, kegagalan orgasme adalah masalah wanita, hanya sedikit pria yang mengalaminya. Kadang ditemui, wanita yang selama pernikahannya melakukan ‘orgasme palsu’ alias pura-pura orgasme, dengan berbagai alasan. Ada yang melakukannya demi kepuasan suami (tak ingin mengecewakan suami) atau sebab lain yang tak jelas. Apapun alasannya, kegagalan orgasme (anorgasmia) sangat tidak menguntungkan bagi wanita. Tapi apa yang menjadi penyebabnya? Prof. Wimpie menjabarkannya menjadi dua; anorgasmia primer dan anorgasmia sekunder. "Wanita yang tidak pernah mencapai orgasme setiap kali melakukan hubungan seksual disebut dengan anorgasmia primer. Sedangkan wanita yang pernah mencapai orgasme secara teratur, lalu kemudian karena satu dan lain hal mengalami kegagalan orgasme disebut dengan anorgasmia sekunder." Dan bicara tentang kegagalan orgasme, maka ada dua penyebab yakni; faktor fisik dan psikis.

Beberapa faktor fisik berupa penyakit yang mengganggu persarafan termasuk pada organ intim – dapat mengusik hubungan seksual, misalnya penyakit diabetes (kencing manis). Penyakit lainnya adalah yang berkaitan dengan gangguan aliran darah, termasuk aliran darah pada vagina, gangguan hormonal, infeksi menahun pada organ intim, dan penyakit menahun lainnya yang mempengaruhi kondisi tubuh secara umum. Cara terbaik mengatasinya, tentu saja dengan berkonsultasi dengan dokter atau seksolog.

Selain faktor fisik, faktor psikis sangat memegang kontribusi besar dalam menyangkut kegagalan orgasme. Masalahnya bisa bermacam-macam, seperti lingkungan masa kecil yang selalu dipenuhi pandangan negatif dalam memandang seks, trauma seksual pada masa kanak-kanak atau remaja, perasaan bersalah/berdosa setiap melakukan hubungan seksual, tidak ada komunikasi dengan pasangan, sikap suami yang tidak menyenangkan sebelum hubungan seksual dilakukan, bau badan yang mengganggu, perilaku seksual yang monoton atau membosankan, tidak cukup menerima rangsang dari pasangan, posisi yang nyaman, penelitian membuktikan bahwa posisi wanita di atas lebih memungkinkan untuk tercapainya orgasme, dan terkait masalah gender, bahwa pria pasangannya, antara lain: ejakulasi dini, disfungsi ereksi.

            Selain berkonsultasi dengan seksolog atau psikiater, cara terbaik mengatasinya adalah para suami juga bisa mulai mempelajari cara-cara memuaskan istrinya agar tidak perlu lagi berpura-pura orgasme. Yang paling utama adalah memahami peran istri dalam kehidupan rumah tangga Anda. Ingatlah kalau seorang wanita selalu mengikutsertakan perasaannya dalam segala keadaan, bahkan ketika sedang berhubungan seks dengan suaminya. Dalam hati dan pikirannya masih malang melintang berbagai persoalan, apakah anaknya tidur dengan nyenyak, konflik dengan keluarganya, uang belanja yang menipis, apakah dirinya masih seseksi dan semenarik ketika masih lajang, dan banyak lagi masalah lainnya. Pahamilah hal itu dan berusahalah mengerti dirinya, mendorongnya untuk bisa lebih santai dan menikmati hubungan seks, serta jangan terlalu menuntutnya untuk selalu bisa memuaskan suaminya. Jangan lupa juga untuk memanjakannya sesekali dalam berhubungan seks karena bagaimana pun seorang istri memiliki peran ganda yang tidak mudah untuk diperankan. Biarkan seorang istri menjadi dirinya sendiri ketika sedang berduaan dengan suaminya. Jauhkan pemikiran negatif dari pikiran, baik suami maupun istri, sehingga tidak ada satu pun ego atau harga diri yang terluka. Jangan pernah lupa bahwa hubungan seks yang sehat harus bisa memuaskan kedua belah pihak. Berkomunikasilah agar kejujuran bisa terungkap. So, be fair…

Menembus Keterbatasan

Thursday, June 7th, 2007

Kutu
anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa
yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu
dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?

 Hasilnya,
kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya
melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika
kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia
terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus
begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

 Ia
mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini."

Kemudian
loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak
membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin,

"Nah benarkan? Kemampuan
saya memang cuma segini. Inilah saya!
"

 Ketika
kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa
batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup
seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak.
Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

 Sesungguhnya
di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki
atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu
takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir
kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan
justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan
anda.

 Teman
kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini,
"Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan
dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa
menghambat perkembangan potensi diri Anda.

 Korek
api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkatpendidikan
yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak
korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya
tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

 Bila
potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk
menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh
yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti
kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia
mampu lulus dari Harvard University
. Bill Gates
tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja"
komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi
motivator nomor satu di Indonesia
. Contoh lain Meneg
BUMN, Bapak Sugiharto
, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir
dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum
menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan
ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika
Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun
jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

 Nah,
bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih
terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto,
Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak
korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus
berbagai keterbatasan.

 
BREAK YOUR
BORDER MY FRIEND . . . . TOUCH THE SKY . . . . 
!

Semoga dapat
memacu kita untuk berkarya dimanapun …….