Permata Khatulistiwa, Kilau Cemerlang Prestasi Anak Bangsa

Permata Khatulistiwa, Kilau Cemerlang Prestasi Anak Bangsa

Posted in Shout at 6:30 am by agung

..setapak langkah
kan tertatah
pada sejarah
lebih berarti
dari saketi mimpi..

                   - anakgunung, djokja, 1989.

Segenap gegap gempita berita koran yang
berdesakan menarik perhatian pembaca mungkin hanya menyisakan sedikit
porsi untuk mengulas kinerja cemerlang anak-anak bangsa yang
struggle silently, rame ing gawe sepi ing pamrih, bekerja tanpa banyak bicara. Sudah selayaknya saya memberikan ruang utama mengulas mereka.

Kisanak,

Mungkin karena masa kecil yang selalu
kebetulan dapat tontonan, bacaan dan sajian heroik dimana tokohnya
selalu menolong tanpa pamrih dan seringkali menghindar saat puja –
puji membanjir (dari Sunan Kalijaga hingga ke Lucky Luke, dari Rin Tin
Tin, Zorro hingga Die Hard) maka boleh dong saya mengagumi Om
Onno W Purbo dan Dik Romi Satrio Wahono.. (klik rangkaian kata bergaris bawah)

Buah karya keduanya sangat mencengangkan dan menggebrak dunia IT
Indonesia yang tadinya serba eksklusif. Keduanya membeberkan ilmu-ilmu
komputer secara gratis, free of charge, ra mbayar sing penting niat sinau..

foto Om Onno W PurboOm Onno begitu gigihnya menebar konsep dan peluang memudahkan akses internet, bagaimana caranya dapat koneksi murah (kalo ada kata yang tercetak warna biru bergaris bawah, coba klik langsung), telpon gratis (VOIP Rakyat),
hingga sempat diawasi karena dianggap melanggar Monopoli Telkom. Saking
bersemangatnya dan saking tingginya integritas, beliau pensiun dari PNS
sebagai Dosen ITB jurusan teknik elektro dan terjun langsung berjuang
sendiri. (Cukup kontras jika kita bandingkan dengan Dosen yang
sekalipun status aktif namun jauh lebih aktif mengerjakan proyek
dibandingkan mengerjakan kewajiban mengajar).

foto romi saat iniSebangun
dengan Om Onno, Dik Romi (maaf lha memang masih muda je..) dalam
periode masih menempuh beasiswa S3 di Jepang, mendirikan situs
e-Learning jarak jauh
yang sangat bermanfaat dengan menampilkan materi-materi ilmu komputer
secara gratis dan bebas untuk disebarluaskan dalam Bahasa Indonesia.

Saking
banyaknya hit pengunjung situs hingga ribuan kali, server
ilmukomputer.com sempat down dan secara darurat dipindah. Hehehe coba
bayangkan, situs yang dimodali dari uang besiswa harus sewa server
sedemikian mahal.. Akhirnya muncul ide saweran para distronya (sekitar
tahun 2003 kalo tidak salah). Sempat gemes juga sama yang mulia
Pemerintah Indonesia, yang tidak ada perhatian.

Monggo dipikir dengan jernih, dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, para Founding Fathers  menempatkan alinea …Kemudian
dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…
”

Apa tidak
boleh gemes? Ilmukomputer.Com didirikan untuk mencerdaskan anak bangsa,
tanpa pamrih. Kalopun yang berhubungan dengan duit, paling distributor
CD Gratisnya. Itupun sampai ada peringatan “DILARANG MENJUAL LEBIH DARI Rp. 5000 RUPIAH” bagi pada distributor. Lho kok dibiarkan tersengal-sengal sendirian tanpa ada dukungan sedikitpun?

Padahal dulu, jaman windows masih bayi, saat masih versi 3.1, sekitar tahun 1992, untuk belajar komputer, mesti mbayar mahal, mesti beli buku yang tebal-tebal…

Dulu di
LPKIA Djokja saat Yusuf Randy masih di Indonesia, biaya kursus
programmer COBOL-FORTRAN-PASCAL untuk 3 bulan sekitar Rp. 1,2 juta dg
kurs dollar saat itu Rp. 1.800,00/USD. Malah kalo pas minta diajari
teman , ada kalimat
ngece’ , meledek seperti ini: Ilmune mbayare larang je.. kok dijaluki.. ayo traktir indomi!..

Oleh sebab
itu, anakgunung masukkan Kedua Penggila IT tersebut sebagai anak bangsa
cemerlang karena niat luhurnya dibalut dengan integritas tinggi. Dan
selain mereka, masih banyak lagi yang berkilau-kilau. Seperti Mas
Luri Darmawan, Mas Didats, Mas Isnaini, Abe Poetra yang lagi di Acheh, Oggix yang lulus CUM LAUDE, Akhdian yang getol bagi-bagi PC MAV,  Adi Setiawan sang Dewa Mamboo dan seterusnya.

Permata Khatulistiwa, hanya bisa ada jika terangkai dari semakin banyaknya kilau cemerlang anak bangsa..

Mereka tidak ingin dikagumi,
yang mereka inginkan
manfaatkanlah kami
bersama bangun negeri
agar negeri bestari
bukan lagi
mimpi

Leave a Reply