Kisah Dua Ekor Katak

Kisah Dua Ekor
Katak

(Hidup itu sebuah
berkat, bagikanlah)

Di
bawah ini tulisan T.C. Hamlett, suatu kisah indah dengan bahasa yang sangat
sederhana tetapi kaya dengan pesan kehidupan:

 

Dua
ekor katak terjatuh ke dalam sepanci susu

(atau demikianlah apa
yang saya dengar).

Pinggiran panci itu
berkilat dan curam - susunya dalam dan dingin.

“Oh,
apalah gunanya?” kata katak no.1, “Sudah nasib, tidak ada yang menolong. Selamat
tinggal temanku, selamat tinggal dunia yang menyedihkan!”

Dan
dengan berurai air mata, ia pun tenggelam.

Tetapi katak no. 2,
dengan sikap yang lebih gigih, terus mengayuh dalam
kepanikan,

sambil membersihkan
wajahnya dan mengeringkan matanya yang keciprat susu.

“Paling tidak aku akan
berenang sebentar,” katanya

(atau demikianlah yang
saya dengar),

“Dunia tidak akan
terbantu banyak, jika ada satu lagi katak yang mati.”

Satu
dua jam ia terus mengayuh dan berenang.

Tak
sedikit pun ia mengeluh, melainkan terus mengayuh dan
berenang,

dan
berenang dan mengayuh,

kemudian ia berhasil
melompat keluar dari susu yang telah menjadi mentega!

 

Dua
pesan yang perlu ditangkap adalah bahwa pertama, keputusasaan, apa pun
alasannya, hanya akan membuat orang tidak berkembang, terus mengeluh dan
memprotes, bahkan undur

atau
mati; tetapi ketekunan dan kesabaran selalu membuahkan hasil. Kedua, dukungan
dalam hidup bersama bagaikan roh yang memberi kekuatan dan daya untuk
berjuang.

One Response to “Kisah Dua Ekor Katak”

  1. deChappuccino Says:

    waduh…….ajib dah…..saluuuuut….kaya’nya makna tersirat yangmo berikan tu…..loe pengen punya ce yang bisa berikekuatan dan daya untuk berjuang ya…..gitu hehehehhw…..nah lho…usaha dunk makanya….tp over all……bagus…..
    q mo tanya…di antara dua katak itu…u termasuk yang mana?

Leave a Reply