Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

November 19th, 2007 by friday-13th

 Dalam kehidupan Kita
sehari-Hari, Kita percaya bahwa kebohongan akan
Membuat manusia terpuruk
dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
Ini justru sebaliknya. Dengan
adanya kebohongan ini, makna
Sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat
membuka Mata Kita Dan
Terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang
mampu mendorong
Mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
 

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang

Anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan

Saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi

Nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :

"Makanlah nak, aku tidak lapar" ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

 
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan

Waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu

Berharap dari ikan hasil pancingan, IA bisa memberikan sedikit makanan

Bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan

Yang segar Dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,

Ibu duduk disamping gw Dan memakan sisa daging ikan yang masih

Menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku

Makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu

Menggunakan sumpitku Dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan

Cepat menolaknya, IA berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan

Ikan" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
 
Sekarang aku sudah
masuk SMP, demi membiayai sekolah abang Dan
Kakakku, ibu pergi ke koperasi
untuk membawa sejumlah kotak korek api
Untuk ditempel, Dan hasil
tempelannya itu membuahkan sedikit uang
Untuk menutupi kebutuhan hidup. Di
kala musim dingin tiba, aku bangun
Dari tempat tidurku, melihat ibu masih
bertumpu pada lilin kecil Dan
Dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny
menempel kotak korek api. Aku
Berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok
pagi ibu masih harus
Kerja." Ibu tersenyum Dan berkata :"Cepatlah tidur
nak, aku tidak
Capek" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
 

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku

Pergi ujian. Ketika Hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,

Ibu yang tegar Dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama

Beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah

Selesai. Ibu dengan segera menyambutku Dan menuangkan teh yang sudah

Disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental

Tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.

Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk

Ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak

Haus!" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
 
Setelah kepergian
ayah karena sakit, ibu yang

malang

harus merangkap
Sebagai ayah Dan
ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
Dia harus membiayai
kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga Kita
Pun semakin susah Dan
susah. Tiada Hari tanpa penderitaan. Melihat
Kondisi keluarga yang semakin
parah,

Ada

seorang paman yang baik hati
Yang tinggal di dekat rumahku pun membantu
ibuku baik masalah besar
Maupun masalah kecil. Tetangga yang

Ada

di sebelah rumah
melihat
Kehidupan Kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku
untuk
Menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan

Nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"

———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
 
Setelah aku, kakakku Dan
abangku semuanya sudah tamat dari sekolah Dan
Bekerja, ibu yang sudah tua
sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak

Mau

,

IA

rela
untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
Sayur untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Kakakku Dan abangku yang
Bekerja di luar

kota

sering mengirimkan
sedikit uang untuk membantu
Memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh
tidak mau menerima uang
Tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu
berkata : "Saya
Punya duit" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
 

Setelah Lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 Dan kemudian

Memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika

Berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja

Di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud

Membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik

Hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, IA berkata kepadaku "Aku

Tidak terbiasa" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
 
Setelah
memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
Lambung, harus
dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
Seberang samudra atlantik
langsung segera pulang untuk menjenguk
Ibunda tercinta. Aku melihat ibu
yang terbaring lemah di ranjangnya
Setelah menjalani operasi. Ibu yang
keliatan sangat tua, menatap aku
Dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum
yang tersebar di wajahnya
Terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.
Terlihat dengan jelas
Betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga
ibuku terlihat
Lemah Dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil
berlinang air
Mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi
seperti
Ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "jangan menangis
anakku,Aku
Tidak kesakitan" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
 

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta

Menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
 
Dari cerita di
atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
Tersentuh Dan ingin
sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah
berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah
kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita?
Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai
beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita
selalu lupa akan ayah
dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan
dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya,
kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau
belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita.

Namun,
apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah
ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau
belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu

kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di

kemudian hari.

“Aku berdoa supaya tidak menangis waktu kalah….”

November 19th, 2007 by friday-13th

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo… cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan… Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"

Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.

Sang Penjual Minyak

November 14th, 2007 by friday-13th

 

Seorang penjual minyak
goreng keliling seperti biasa
menjajakan dagangannya di tepian Sungai
Citarum.

"Nyak nyak
minyaaaaaaaaaaaaak", teriaknya.

Di jalanan menurun tiba-tiba
gerobaknya yang penuh
dengan botol minyak tergelincir ke Sungai
Citarum.

Plung … lap  …tenggelam
deh ceritanya…
Huuuuu … huuuu …. menangislah dia
….

"Harus kuberi makan apa istriku nanti …
huuu…"

Tiba-tiba … seorang
Malaikat yang baik hati muncul
dan bertanya :

"Hai, Penjual minyak …
kenapa gerangankah sehingga engkau
menangis begitu ?"

"Oh, Malaikat … gerobak
minyak goreng saya
tergelincir ke sungai …"

"Baiklah … aku akan
ambilkan untukmu …"

Tiba-tiba Malaikat itu
menghilang dan muncul lagi
dengan sebuah kereta kencana dari
emas,

penuh
dengan
botol
dari intan …
"Inikah punyamu?" tanya Malaikat …

"Bukan … gerobakku tidak
sebagus itu … mana
mungkin penghasilan
saya yang 6 juta sebulan

bisa
beli kereta kencana?  Itu pun sudah ditambah
komisi penjualan yang cuma sedikit"

Malaikat itu
pun menghilang lagi dan muncul dengan
sebuah kereta perak dengan botol dari
perunggu.

"Inikah
punyamu?" tanyanya lagi.
"Bukan, hai Malaikat yang baik …

Punyaku cuma dari
besi biasa ..
botolnya juga botol biasa …

" Lalu Malaikat itu pergi lagi … dan
kali ini
kembali dengan gerobak dan botol Si Penjual
Minyak.

"Inikah punyamu?"
"Alhamdulillah
… benar ya
Malaikat.

Terima kasih
sekali engkau
telah
mengambilkannya untukku".

Malaikat berkata", Engkau
jujur sekali, ya….

Untuk itu sebagai hadiah …
aku berikan semua kereta dan botol tadi
untukmu …"

"???????? Alhamdulillah ….
terima kasih ya Allah
… terima kasih ya Malaikat …"

Sebulan kemudian, Sang
Penjual Minyak rafting bersama istrinya di
sungai yang sama

… Na’as tak dapat ditolak,
malang tak bisa dihindari

… Perahu karetnya terbalik
dan istrinya hanyut …

"Huuuuuuuuuuuuuuuuu u….
huuuuuuuuuuu …….
istriku … di mana engkau ….", isaknya

Tiba-tiba Malaikat pun
muncul lagi … "Kenapa lagi
engkau, ya Penjual Minyak ?"

"Istri saya hanyut dan
tenggelam di sungai, hai
Malaikat …"

"Ohhh … tenang … aku
ambilkan …"

 

Plash … Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali
sambil

membawa Nafa Urbach … yang
ada tato mawar di
perutnya … "Inikah istrimu?" tanya Malaikat …

"Betul, Malaikat … dialah
istriku …"

"Haaaaaa …. Penjual
Minyak !!!" Malaikat membentak marah.

"Sejak kapan kamu berani
bohong? Di manakah
kejujuran kamu sekarang?"

Sambil bergetar dan
berjongkok … Sang Penjual Minyak berkata :

"Ya, Malaikat … kalau aku
jujur … nanti engkau

 

menghilang lagi dan
membawa Bella Saphira … kalau kubilang lagi bukan

maka engkau
akan menghilang
lagi dan membawa lagi istriku yang
sebenarnya …

Lalu engkau akan bilang bahwa aku jujur
sekali …

dan engkau  akan memberikan
ketiga-tiganya
kepadaku…

Buat membiayai hidup Nafa
saja aku bingung gimana  caranya …apalagi tiga-tiganya?
??

" Malaikat pun
termangu dan
bengong
….

       "Benar juga kamu …
kamu realistis …"

GARAM

October 3rd, 2007 by friday-13th

Seorang pemuda duduk ditepi jalan,ia menangis tersedu2,…

Beberapa saat kemudian, seorang tua menghampiri

mengapa kau menangis nak,…? tanya pak tua itu lembut
….

Diantara air mata, pemuda itu menjawab, .. "hancur hidupku pak,

aku di PHK, perusahaan tempatku bekerja bangkrut,
..

hartaku hilang di tipu orang,.. kekasihku lari bersama
orang lain,

habis, habis semua ….."

Pak tua itu tersenyum,
mengambil sebuah gelas, mengisinya dengan air,
dan mengambil segenggam garam
dari kantungnya, dan mengaduk garam dan
air di gelas tersebut,…….

"cobalah
kau minum ini nak,…" katanya pelan

pemuda itu meminumnya dan langsung
menyemburkannya kembali,

"bagaimana rasanya nak,…?" tanya pak
tua,

"wuah,….. asin, ndak karuan,…." jawab pemuda agak marah,

pak tua tersenyum, diajaknya pemuda kesebuah telaga tidak jauh
dari mereka. Pak tua mengambil lagi segenggam garam dari
kantungnya, mengaduk garam di air telaga, lalu disuruhnya pemuda itu
minum air telaga tersebut,

"nah,… bagaimana rasanya
sekarang,…?"
"segar pak,…" jawab pemuda itu ber seri2

"nah anak
muda, garam itu adalah segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu, gelas dan telaga adalah hatimu, apabila hatimu sesempit
gelas,.. maka segala
kejadian dalam hidupmu akan terasa sangat
menyusahkan,…….namun,
apabila hatimu seluas telaga, maka segala kejadian
tidak akan terlalu
mempengaruhi mu,…..bukankah kau masih muda,…. mempunyai
pikiran2 dan
ide2 yang cemerlang,… kesehatan,..waktu yang panjang,…..
nah,
mulailah hidupmu kembali,…..jangan hanya meratapi yang
sudah
terjadi,……." kata pak tua sambil
berlalu.

sahabat sejati

June 28th, 2007 by friday-13th

Mempunyai satu
sahabat sejati lebih berharga

dari seribu teman yg mementingkan diri
sendiri
 

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan
menjengkelkan,

tetapi itulah yang
membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering
menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati

bisa mengatasi cobaan
itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara
otomatis tetapi membutuhkan proses yang

panjang seperti besi
menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..
Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur -
disakiti,

diperhatikan -
dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua
ini

tidak pernah sengaja
dilakukan dengan tujuan kebencian..
Seorang sahabat tidak akan
menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan,

justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus
pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang

amat menyakitkan dengan
tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan
usaha pemeliharaan dari kesetiaan,

tetapi bukan pada saat
kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari
perhatian,

pertolongan dan
pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan
dan

mewujudkan apa yang
dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari

kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua
orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil
mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya
persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur

karena dikhianati
sahabatnya. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam
kesulitan.

Siapa yang berada di
samping anda ??? Siapa yang mengasihi
anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat
anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA 
Hargai
dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

**
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita.

Dalam
kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita
**

Kalajengking

June 26th, 2007 by friday-13th

Suatu hari seekor kalajengking mondar-mandir di tepian sebuah sungai dan bermaksud menuju seberang sungai.  Ditengah kebingungannya itu kalajengking melihat seekor katak yang sedang berenang-renang dipinggir sungai itu.  Kalajengking berteriak memanggil si katak dan memintanya untuk mengantar ke seberang sungai.  Tapi dengan tegas si katak menolak permintaan kalajengking, katanya “Aku tak mau mati konyol dengan membawamu menyeberangi sungai ini, karena aku tau kamu beracun dan kamu pasti akan menyengatku selagi ada kesempatan.” 

Kalajengking tak menyerah begitu saja, dia terus merayu si katak dan berkata dengan meyakinkan:”Tentu saja aku tidak setolol itu kawan, bukankah kita berdua akan mati tenggelam kalau aku menyengatmu ditengah jalan?” Sang katak pun akhirnya percaya dengan rayuan si kalajengking dan setuju membantunya dengan cara menggendong kalajengking dipunggungnya berenang menyeberangi sungai itu. 

Perjalanan pun dimulai dan ketika mereka berdua berada ditengah-tengah sungai, tiba-tiba kalajengking menyengat si katak dengan sangat kuat.  Dengan nafas tersengal-sengal diujung kematiannya, dengan lirih si katak masih sempat berkata “Mengapa kamu mengingkari janjimu?, sekarang kita berdua akan mati.”  Kalajengking menjawab “Aku sungguh tidak tahan untuk tidak menyengatmu, itu sudah kebiasaanku.”

***Sangat sulit untuk mengubah kebiasaan yang tidak baik, apabila tidak diiringi kesungguhan dan ketulusan…****

Permata Khatulistiwa, Kilau Cemerlang Prestasi Anak Bangsa

June 13th, 2007 by friday-13th

Permata Khatulistiwa, Kilau Cemerlang Prestasi Anak Bangsa

Posted in Shout at 6:30 am by agung

..setapak langkah
kan tertatah
pada sejarah
lebih berarti
dari saketi mimpi..

                   - anakgunung, djokja, 1989.

Segenap gegap gempita berita koran yang
berdesakan menarik perhatian pembaca mungkin hanya menyisakan sedikit
porsi untuk mengulas kinerja cemerlang anak-anak bangsa yang
struggle silently, rame ing gawe sepi ing pamrih, bekerja tanpa banyak bicara. Sudah selayaknya saya memberikan ruang utama mengulas mereka.

Kisanak,

Mungkin karena masa kecil yang selalu
kebetulan dapat tontonan, bacaan dan sajian heroik dimana tokohnya
selalu menolong tanpa pamrih dan seringkali menghindar saat puja –
puji membanjir (dari Sunan Kalijaga hingga ke Lucky Luke, dari Rin Tin
Tin, Zorro hingga Die Hard) maka boleh dong saya mengagumi Om
Onno W Purbo dan Dik Romi Satrio Wahono.. (klik rangkaian kata bergaris bawah)

Buah karya keduanya sangat mencengangkan dan menggebrak dunia IT
Indonesia yang tadinya serba eksklusif. Keduanya membeberkan ilmu-ilmu
komputer secara gratis, free of charge, ra mbayar sing penting niat sinau..

foto Om Onno W PurboOm Onno begitu gigihnya menebar konsep dan peluang memudahkan akses internet, bagaimana caranya dapat koneksi murah (kalo ada kata yang tercetak warna biru bergaris bawah, coba klik langsung), telpon gratis (VOIP Rakyat),
hingga sempat diawasi karena dianggap melanggar Monopoli Telkom. Saking
bersemangatnya dan saking tingginya integritas, beliau pensiun dari PNS
sebagai Dosen ITB jurusan teknik elektro dan terjun langsung berjuang
sendiri. (Cukup kontras jika kita bandingkan dengan Dosen yang
sekalipun status aktif namun jauh lebih aktif mengerjakan proyek
dibandingkan mengerjakan kewajiban mengajar).

foto romi saat iniSebangun
dengan Om Onno, Dik Romi (maaf lha memang masih muda je..) dalam
periode masih menempuh beasiswa S3 di Jepang, mendirikan situs
e-Learning jarak jauh
yang sangat bermanfaat dengan menampilkan materi-materi ilmu komputer
secara gratis dan bebas untuk disebarluaskan dalam Bahasa Indonesia.

Saking
banyaknya hit pengunjung situs hingga ribuan kali, server
ilmukomputer.com sempat down dan secara darurat dipindah. Hehehe coba
bayangkan, situs yang dimodali dari uang besiswa harus sewa server
sedemikian mahal.. Akhirnya muncul ide saweran para distronya (sekitar
tahun 2003 kalo tidak salah). Sempat gemes juga sama yang mulia
Pemerintah Indonesia, yang tidak ada perhatian.

Monggo dipikir dengan jernih, dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, para Founding Fathers  menempatkan alinea …Kemudian
dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…
”

Apa tidak
boleh gemes? Ilmukomputer.Com didirikan untuk mencerdaskan anak bangsa,
tanpa pamrih. Kalopun yang berhubungan dengan duit, paling distributor
CD Gratisnya. Itupun sampai ada peringatan “DILARANG MENJUAL LEBIH DARI Rp. 5000 RUPIAH” bagi pada distributor. Lho kok dibiarkan tersengal-sengal sendirian tanpa ada dukungan sedikitpun?

Padahal dulu, jaman windows masih bayi, saat masih versi 3.1, sekitar tahun 1992, untuk belajar komputer, mesti mbayar mahal, mesti beli buku yang tebal-tebal…

Dulu di
LPKIA Djokja saat Yusuf Randy masih di Indonesia, biaya kursus
programmer COBOL-FORTRAN-PASCAL untuk 3 bulan sekitar Rp. 1,2 juta dg
kurs dollar saat itu Rp. 1.800,00/USD. Malah kalo pas minta diajari
teman , ada kalimat
ngece’ , meledek seperti ini: Ilmune mbayare larang je.. kok dijaluki.. ayo traktir indomi!..

Oleh sebab
itu, anakgunung masukkan Kedua Penggila IT tersebut sebagai anak bangsa
cemerlang karena niat luhurnya dibalut dengan integritas tinggi. Dan
selain mereka, masih banyak lagi yang berkilau-kilau. Seperti Mas
Luri Darmawan, Mas Didats, Mas Isnaini, Abe Poetra yang lagi di Acheh, Oggix yang lulus CUM LAUDE, Akhdian yang getol bagi-bagi PC MAV,  Adi Setiawan sang Dewa Mamboo dan seterusnya.

Permata Khatulistiwa, hanya bisa ada jika terangkai dari semakin banyaknya kilau cemerlang anak bangsa..

Mereka tidak ingin dikagumi,
yang mereka inginkan
manfaatkanlah kami
bersama bangun negeri
agar negeri bestari
bukan lagi
mimpi

Koin Penyok…

June 12th, 2007 by friday-13th

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.

     Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang  mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan  mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

"Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata  mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples.

Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.

Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu
meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,  mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya  seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh orang tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan.

Fake Orgasm White Lies or …

June 12th, 2007 by friday-13th

Siapa bilang masalah dalam berhubungan seks hanya dialami kaum pria? Buktinya, semakin banyak kaum wanita yang melakukan orgasme palsu dengan alasan demi memuaskan pasangannya. Benarkah?

            Vivi (29) baru saja ‘perang dingin’ dengan suaminya, Ardi (33). Pasalnya, Ardi merasa tersinggung ketika mendengar pengakuan Vivi, yang terlontar dalam candaan dan obrolan santai menjelang tidur. Ternyata istri yang telah dinikahinya selama lima tahun itu mengaku sering pura-pura orgasme atau fake orgasm dalam berhubungan seks dengannya. Entah mengapa, Ardi merasa seperti dipermalukan dan direndahkan dengan pengakuan itu. Pengakuan Vivi tepatnya lebih menyinggung ego dan rasa kelaki-lakiannya. Meskipun Vivi berusaha memberikan penjelasan logis mengenai perbuatannya itu, sekaligus minta maaf karena menyinggung perasaan suaminya itu, tetap saja Ardi merasa ‘tertampar’ harga dirinya. Untuk apa Vivi melakukan itu? Apakah sebagai suami ia tidak bisa memberikan kepuasan seks pada istrinya? Dan berpuluh pertanyaan lainnya berputar di kepala Ardi sampai berhari-hari kemudian. Ingin bertanya langsung pada istrinya ia malu. Sedangkan untuk berkonsultasi pada dokter ia lebih gengsi. Akhirnya, Ardi berusaha menemukan jawabannya lewat informasi di internet. Tetap saja, ia merasa ada yang kurang dan terasa hambar dalam berhubungan dengan istrinya, meskipun ‘perang dingin’ itu telah selesai. Karena ia tidak pernah bisa tahu apa yang menjadi masalah dalam pertikaian kecilnya bersama istrinya.

            Apa yang terjadi pada pasangan Vivi dan Ardi, bukannya tidak mungkin juga pernah dialami oleh jutaan pasangan suami istri lainnya. Ketika kepura-puraan telah masuk dalam wilayah hubungan emosional sepasang suami istri, maka ego dan harga diri yang akan terluka. Bukannya tidak mungkin, hal ini malah akan memberikan dampak psikologis jangka panjang hingga mengakibatkan kerusakan besar dalam rumah tangga.

            Hubungan seksual semestinya dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan kedua pihak suami dan istri, sekaligus bentuk pelepasan rasa cinta. Artinya, hubungan seks yang didasari oleh rasa saling cinta akan lebih menyenangkan, di mana masing-masing berusaha memuaskan pasangannya. Namun, pada kenyataannya banyak pasangan mengalami gangguan atau hambatan dalam berhubungan seksual. Tidak percaya? Coba saja amati beberapa rubrik tanya jawab seputar suami-istri di berbagai media, atau tanyakan pada para pakar seks seputar pengalaman di klinik mereka. Dari sebuah survey di Amerika yang dilakukan kepada 15 ribu orang pria dan wanita, sebanyak 75% wanita menyatakan kalau mereka sering pura-pura orgasme ketika berhubungan seks dengan pasangannya. Wow…!!

Hak orgasme

Mungkin Anda menganggap biasa jika yang memiliki masalah gangguan seksual adalah kaum pria, apalagi masalahnya selain soal disfungsi ereksi, ejakulasi dini, atau sperma yang terlalu encer. Tapi, jangan lupa kalau hubungan seks menyangkut dua insan-pria dan wanita, yang keduanya berhak memperoleh kepuasan yang sama. Jadi, masalah gangguan seksual pun dialami kaum wanita. Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd menyebutnya sebagai disfungsi seksual.

Menurut Wimpie, dari sekian banyak masalah disfungsi seksual (DS) pada wanita, salah satunya adalah hambatan orgasme. "Dorongan dan fungsi seksual normal, namun sulit mencapai orgasme," kata Wimpie. Bahkan ada wanita yang baru mengetahui adanya istilah orgasme dari bacaan, dan ia baru mengetahui bahwa seorang wanita pun bisa mencapai klimaks saat berhubungan intim. Mungkin aneh kedengarannya, apalagi wanita itu sudah punya dua anak. Tapi ada juga seorang wanita baru mengetahui tentang orgasme lewat obrolan bersama rekan kerja wanitanya yang mengaku selalu terpuaskan setiap berhubungan intim dengan suaminya.

Mengingat terkaitnya peran pria dalam hubungan ini, tak jarang pria pun merasa ‘terusik’ apabila tak berhasil memuaskan pasangannya. Yang sangat mengherankan, namun terjadi, terkadang pria juga tidak mengetahui bahwa pasangannya tidak mencapai titik orgasme. Tapi juga bukan rahasia jika pada tipe pria tertentu yang bersikap ‘masa bodoh’ tentang kepuasan pasangannya, yang penting dirinya terpuaskan. "Kepuasan seksual timbul setelah seseorang mencapai orgasme, yakni puncak reaksi seksual. Dan puncak ini tercapai apabila seseorang menerima rangsangan seksual yang efektif-baik melalui hubungan seksual maupun cara lain," papar Wimpie.

Mengapa orgasme begitu diinginkan? Karena orgasme merupakan suatu kondisi di mana seseorang merasakan suatu sensasi erotik yang menyenangkan. "Sensasi erotik yang tercapai ketika orgasme, ditambah lagi dengan kesenangan secara psikis. Inilah yang dinamakan kepuasan seksual yang sesungguhnya," tegas Guru Besar Universitas Udayana Bali, ini. Banyak hal bisa terjadi saat hubungan seksual. Adakalanya seseorang dapat mencapai orgasme – merasakan sensasi erotik yang menyenangkan – namun secara psikis tidak merasa senang. Kondisi ini menyebabkan tidak tercapainya kepuasan seksual, di mana seseorang melakukan hubungan seks hanya karena dorongan seksual tanpa disertai keterlibatan emosi. Menurut Wimpie keterlibatan faktor emosi sangat mempengaruhi kualitas hubungan seksual.

Awas orgasme palsu!

Berbeda dengan pria yang umumnya mencapai puncak seksual dengan ditandai dengan ejakulasi, wanita tidak memiliki tanda/ciri yang nyata saat mencapai klimaks. "Organ genital pria atau daerah peka rangsang pada pria jauh lebih luas dibandingkan wanita, sementara wanita memiliki struktur organ genital yang lebih sempit daerah peka rangsangnya, dalam hal ini klitoris," jelas Wimpie.

Pada umumnya, kegagalan orgasme adalah masalah wanita, hanya sedikit pria yang mengalaminya. Kadang ditemui, wanita yang selama pernikahannya melakukan ‘orgasme palsu’ alias pura-pura orgasme, dengan berbagai alasan. Ada yang melakukannya demi kepuasan suami (tak ingin mengecewakan suami) atau sebab lain yang tak jelas. Apapun alasannya, kegagalan orgasme (anorgasmia) sangat tidak menguntungkan bagi wanita. Tapi apa yang menjadi penyebabnya? Prof. Wimpie menjabarkannya menjadi dua; anorgasmia primer dan anorgasmia sekunder. "Wanita yang tidak pernah mencapai orgasme setiap kali melakukan hubungan seksual disebut dengan anorgasmia primer. Sedangkan wanita yang pernah mencapai orgasme secara teratur, lalu kemudian karena satu dan lain hal mengalami kegagalan orgasme disebut dengan anorgasmia sekunder." Dan bicara tentang kegagalan orgasme, maka ada dua penyebab yakni; faktor fisik dan psikis.

Beberapa faktor fisik berupa penyakit yang mengganggu persarafan termasuk pada organ intim – dapat mengusik hubungan seksual, misalnya penyakit diabetes (kencing manis). Penyakit lainnya adalah yang berkaitan dengan gangguan aliran darah, termasuk aliran darah pada vagina, gangguan hormonal, infeksi menahun pada organ intim, dan penyakit menahun lainnya yang mempengaruhi kondisi tubuh secara umum. Cara terbaik mengatasinya, tentu saja dengan berkonsultasi dengan dokter atau seksolog.

Selain faktor fisik, faktor psikis sangat memegang kontribusi besar dalam menyangkut kegagalan orgasme. Masalahnya bisa bermacam-macam, seperti lingkungan masa kecil yang selalu dipenuhi pandangan negatif dalam memandang seks, trauma seksual pada masa kanak-kanak atau remaja, perasaan bersalah/berdosa setiap melakukan hubungan seksual, tidak ada komunikasi dengan pasangan, sikap suami yang tidak menyenangkan sebelum hubungan seksual dilakukan, bau badan yang mengganggu, perilaku seksual yang monoton atau membosankan, tidak cukup menerima rangsang dari pasangan, posisi yang nyaman, penelitian membuktikan bahwa posisi wanita di atas lebih memungkinkan untuk tercapainya orgasme, dan terkait masalah gender, bahwa pria pasangannya, antara lain: ejakulasi dini, disfungsi ereksi.

            Selain berkonsultasi dengan seksolog atau psikiater, cara terbaik mengatasinya adalah para suami juga bisa mulai mempelajari cara-cara memuaskan istrinya agar tidak perlu lagi berpura-pura orgasme. Yang paling utama adalah memahami peran istri dalam kehidupan rumah tangga Anda. Ingatlah kalau seorang wanita selalu mengikutsertakan perasaannya dalam segala keadaan, bahkan ketika sedang berhubungan seks dengan suaminya. Dalam hati dan pikirannya masih malang melintang berbagai persoalan, apakah anaknya tidur dengan nyenyak, konflik dengan keluarganya, uang belanja yang menipis, apakah dirinya masih seseksi dan semenarik ketika masih lajang, dan banyak lagi masalah lainnya. Pahamilah hal itu dan berusahalah mengerti dirinya, mendorongnya untuk bisa lebih santai dan menikmati hubungan seks, serta jangan terlalu menuntutnya untuk selalu bisa memuaskan suaminya. Jangan lupa juga untuk memanjakannya sesekali dalam berhubungan seks karena bagaimana pun seorang istri memiliki peran ganda yang tidak mudah untuk diperankan. Biarkan seorang istri menjadi dirinya sendiri ketika sedang berduaan dengan suaminya. Jauhkan pemikiran negatif dari pikiran, baik suami maupun istri, sehingga tidak ada satu pun ego atau harga diri yang terluka. Jangan pernah lupa bahwa hubungan seks yang sehat harus bisa memuaskan kedua belah pihak. Berkomunikasilah agar kejujuran bisa terungkap. So, be fair…

Menembus Keterbatasan

June 7th, 2007 by friday-13th

Kutu
anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa
yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu
dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?

 Hasilnya,
kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya
melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika
kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia
terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus
begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

 Ia
mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini."

Kemudian
loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak
membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin,

"Nah benarkan? Kemampuan
saya memang cuma segini. Inilah saya!
"

 Ketika
kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa
batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup
seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak.
Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

 Sesungguhnya
di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki
atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu
takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir
kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan
justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan
anda.

 Teman
kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini,
"Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan
dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa
menghambat perkembangan potensi diri Anda.

 Korek
api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkatpendidikan
yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak
korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya
tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

 Bila
potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk
menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh
yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti
kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia
mampu lulus dari Harvard University
. Bill Gates
tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja"
komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi
motivator nomor satu di Indonesia
. Contoh lain Meneg
BUMN, Bapak Sugiharto
, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir
dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum
menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan
ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika
Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun
jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

 Nah,
bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih
terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto,
Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak
korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus
berbagai keterbatasan.

 
BREAK YOUR
BORDER MY FRIEND . . . . TOUCH THE SKY . . . . 
!

Semoga dapat
memacu kita untuk berkarya dimanapun …….